setelah lama cuman copas data hari ini pengen nulis sendiri aja..
sekedar menceritakan pengalaman dari temen yang suka baca buku tentang tipe kepribadian, ya ekstrovert,introvert,melankolis,sanguinis, dan entah apalah namanya (mungkin kamu lebih hafal..??). Ok, kembali ke topik, sebenarnya saya tegas mengatakan "BUANG BUANG WAKTU" untuk terus menebak nebak tipe kepribadian seseorang,,,
mengapa demikian,,??
faktanya setiap orang memiliki kesemua ciri dalam tipe kepribadian dan itu tergantung pada kondisi yang dialaminya, walaupun terdapat salah satu yang dominan akan tetapi hal itu "TIDAK DEFAULT'alias bisa BISA DIUBAH KAPAN SAJA ORANG TERSEBUT MAU BELAJAR untuk merubahnya..
fakta yang lain adalah, orang yang terbiasa membaca buku kepribadian dan mendapatkan kesimpulan bentuk kepribadian dirinya, akan cenderung memahami dirinya seperti gambaran yang ada dalam buku tersebut, dan merasa itulah tipe kepribadian yang baku diturunkan Tuhan buat dia. Padahal andaikan ia tidak membaca buku kepribadian tentunya kemungkinan untuk lebih berkembang akan semakin terbuka,, ia dapat lebih menjelajah setiap potensi yang dimilikinya.
jadi masih tertarik dengan buku tentang kepribadian..?
Kamis, 28 Oktober 2010
Form Pengajuan Judul

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM
Program Studi Ilmu Keperawatan
TERAKREDITASI BAN-PT Nomor : 005/BAN-PT/AK.XII/S1/IV/2009
Jln.Swakarsa III No.10-13 Grisak Kekalik Mataram-NTB. Telp/Fax. (0370) 638760, 641339
FORMULIR PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Mahasiswa :…………………………………………………………………………..
NPM :…………………………………………………………………………..
Semester :…………………………………………………………………………..
Minat I :……………………………………………………………………………………………………………………….
Rencana Judul :
1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Nama Pembimbing
a. Pembimbing Utama (I) :…………………………………………………………………….
b. Pembimbng Pendamping (II) :…………………………………………………………………….
Mataram,……………………………….
Mahasiswa Yang bersangkutan
(………………………………………………)
NPM.
Keterangan :
Form Isian ini setelah disetujui oleh kedua pembmbing diserahkan kepada :
1. Form isian dibuat rangkap 3 (tiga)
a. Sub Bagian Kemahasiswaan.
b. Pembimbing I dan II.
c. Mahasiswa yang bersangkutan.
2. Pembimbing yang diajukan, harus sesuai dengan peminatan yang dipilih mahasiswa
Label:
Alfian Ali Shaifullah Muzaky
STIKES MATARAM

atau ke sumbernya aja langsung di
http://kampusbagus.com/master.php?badan_hukum=99&jenjang=2®ion=23&major=14201
Label:
Alfian Ali Shaifullah Muzaky
KARAKTER PRIA
Saya akan membicarakan 3 Hal Seru dalam 1 Artikel, yaitu MARKETING, COMPETITOR (Pesaing) dan hubungan nya dengan KARAKTER PRIA IDAMAN.
Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel bisnis tentang NESCAFE *VERSUS* STARBUCKS.
Di Amerika, Starbucks baru saja meluncurkan kopi bubuk instan berbentuk sachet. Hal ini membuat Nescafe getar-getir.
Nescafe menawarkan TESTER kopi instan mereka secara gratis, Starbucks menawarkan TESTER kopi instan mereka secara gratis.
Beberapa saat kemudian, muncul-lah iklan baru NESCAFE.
Nescafe mengeluarkan iklan yang MEMBANDING-BANDINGKAN kopi instan mereka dengan STARBUCKS.
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menggambarkan CUP starbucks dengan logo lingkaran hijau identik dengan logo starbucks yang bertuliskan “A LOT OF HYPE” dan “REAL PRICEY” (sangat mahal). Sedangkan Nescafe menuliskan “Real Value” pada CUP merah mereka.
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan RASA kopi mereka LEBIH ENAK dibandingkan Starbucks,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan sangat bodoh membeli kopi Starbucks yang harganya 4x lebih mahal dari Nescafe,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan bahwa merekalah “Pioneer nomor satu” yang sudah sejak lama menjadi “market leader” dibandingkan Starbucks,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Bahkan, Starbucks tidak mengeluarkan se-sen pun untuk iklan kopi instan nya!
Lalu coba tebak apa yang terjadi?
Starbucks *WIN* the SALES.
Kok bisa?
1. Harga “mahal” Starbucks tidaklah “semahal” seperti membeli mobil ferari bukan? dan orang-orang TETAP PUAS untuk pergi ke Starbucks tanpa membuat selisih harga “secuil” sebagai sesuatu yang BIG DEAL.
2. RASA kopi Nescafe dan Starbucks ya terasa SEPERTI KOPI INSTAN. Orang-orang mencintai Starbucks bukan hanya karena RASA KOPI INSTAN nya, melainkan pengalaman mereka dengan Starbucks.
3. Iklan Nescafe JUSTRU membantu Starbucks agar dikenal orang yang belum tau tentang Starbucks.
Hmmm...
Lalu apa hubungan nya iklan tersebut dengan Karakter Pria Idaman?
Hubungan nya adalah pada saat anda mulai meraih SUKSES baik itu tentang wanita, bisnis maupun berbagai macam area dikehidupan anda, akan BANYAK orang-orang yang IRI HATI *ATAU* orang-orang yang KECEWA dengan anda karena keinginan “aneh” mereka tidak anda penuhi, yang akan berusaha menjadi “pesaing” anda dan berusaha menjatuhkan anda dengan berbagai macam cara.
Itu PASTI.
Jika itu tentang wanita, maka “competitor” anda akan berusaha merebut wanita anda.
Jika itu tentang bisnis, maka “competitor” anda akan berusaha merebut klien anda.
Jika itu tentang hal-hal lain di berbagai area kehidupan anda, maka “competitor” anda akan berusaha merebut prestasi dan status anda.
Lalu bagaimana anda sebagai seorang Pria Idaman menyikapi hal-hal seperti ini?
Belajar dari Nescafe *versus* Starbucks, 4 Mindset yang sangat penting untuk anda pahami dan resapi sebagai Pria Idaman.
1. Tidak ada yang namanya PESAING (Competitor) Bagi Pria Idaman.
Orang lain boleh melihat anda sebagai “pesaing”, namun JANGAN SAMPAI anda melihat SIAPAPUN sebagai pesaing.
Mengapa?
Karena jika anda melihat seseorang sebagai “pesaing”, maka hal itu datang dari RASA TAKUT.
Anda TAKUT kehilangan Wanita,
Anda TAKUT kehilangan Klien,
Anda TAKUT kehilangan STATUS dan PRESTASI anda.
Sedangkan kita tau bahwa RASA TAKUT KEHILANGAN akan membuat anda NEEDY.
Dan kita tau NEEDY akan membuat anda DESPERATE.
Dan pada saat anda DESPERATE, maka anda akan melakukan hal-hal “aneh” yang akan menghancurkan kehidupan anda, LAYAKNYA jika anda sudah mulai NEEDY kepada wanita.
Fakta berbicara bahwa TERLALU BANYAK wanita didunia ini, anda tidak perlu takut kehilangan.
TERLALU BANYAK klien didunia ini, anda tidak perlu takut kehabisan.
TERLALU BANYAK orang-orang didunia ini yang akan MEMUJI-MUJI dan memberikan STATUS kepada anda, anda tidak perlu takut tidak dapat VALIDASI.
Bahkan lebih lanjut, anda JUSTRU HARUS memilih-milih mana yang COCOK-COCOK SAJA dengan anda. Jika tidak cocok, biarkan orang yang menganggap anda sebagai “competitor” mengambilnya!
Jika itu tentang wanita, anda harus SELEKTIF akan mana wanita yang akan menjadi pendamping anda.
Jika anda merasa TIDAK COCOK dengan nya, maka katakan saja “masih banyak Pria-pria lain yang lebih baik dari saya untukmu!”
Jika itu tentang bisnis, anda harus SELEKTIF akan mana klien-klien terbaik anda.
Saya pribadi sebagai pe-bisnis menginginkan klien yang “hi profit, low maintenance”.
Klien yang mandiri, tanggap, dewasa dan tidak manja.
Jika saya mendapatkan klien yang hanya minta dimanja terus menerus dan hanya menyulitkan saya, saya akan katakan kepada mereka bahwa masih banyak solusi romansa lainnya yang lebih baik dari saya untuk mereka.
Dan saya tidak sedikitpun merasa rugi mengatakan itu.
Mengapa?
Karena saya hanya ingin memberikan YANG TERBAIK untuk KLIEN TERBAIK.
Bukankah hidup akan terasa lebih mudah jika anda berfokus untuk mendapatkan *apa yang anda inginkan* dan memberikan semua yang *tidak anda inginkan* kepada orang-orang yang berkekurangan dan membutuhkan?
2. Latih “Silent Power” anda.
Didalam eBook “Direct Approach Manual” saya mengambil referensi buku berjudul SILENT POWER oleh Stuart Wilde.
Silent Power adalah “kekuatan berdiam diri” untuk menghadapi hal-hal yang tidak penting.
Silent Power juga dapat diartikan sebagai “emotional control” atau latihan mengontrol emosi anda.
Pada saat anda mulai meraih SUKSES baik itu tentang wanita, bisnis maupun berbagai macam area dikehidupan anda, maka orang-orang yang menganggap anda sebagai “competitor” akan BERKAMPANYE mirip seperti iklan Nescafe *versus* Starbucks.
Pada saat inilah emosi anda diuji.
Dapatkah anda mengontrol emosi anda, atau anda yang dikontrol emosi.
P.T. Barnum, Advertiser paling sukses di Amerika tahun 1800an mengatakan “Apapun gosip yang orang eluhkan tentang saya, saya tidak peduli, ASALKAN nama saya terus dibicarakan dan DICETAK dimana-mana YANG MENYEBABKAN saya menjadi LEGENDA”
Satu hal yang harus anda ingat adalah: Semakin banyak orang yang membicarakan anda baik itu negatif maupun positif, semakin POPULER lah anda.
Coba lihat Ahmad Dhani atau Roy Suryo.
Bukankah semakin mereka dibicarakan SEMAKIN MEREKA SUKSES?
Hmmm...
JANGAN PERNAH anda MARAH atau DENDAM,
Saya ulangi:
JANGAN PERNAH anda MARAH atau DENDAM jika ada orang lain yang membicarakan anda baik itu positif maupun negatif.
Mengapa?
Karena justru mereka MEMBERIKAN ANDA KEKUATAN dan BUKTI akan SUKSES nya anda SEHINGGA anda sebegitu LAYAKNYA MEREKA BICARAKAN!
PLUS, mereka memberikan ADVERTISING gratis untuk anda!
Hmmm...
Ber-terima kasih-lah kepada mereka.
Namun jika anda enggan berterimakasih kepada mereka, ABAIKAN saja mereka.
3. Tidak bersaing bukan berarti percaya.
Kadang orang-orang yang menganggap anda “pesaing” akan meng-halal-kan berbagai macam cara untuk menjatuhkan anda TERMASUK berpura-pura manis dan menawarkan “persahabatan” kepada anda.
JIKA ANDA TAU bahwa orang yang anda hadapi memiliki “agenda tersembunyi”, maka jauhi mereka.
TIDAK BERSAING bukan berarti anda dengan begitu mudahnya PERCAYA kepada mereka.
TIDAK SALAH untuk baik kepada mereka yang menganggap anda sebagai “pesaing”, namun bukan berarti anda PERCAYA begitu saja kepada mereka.
4. Simpan dan Nikmati kesuksesan anda untuk diri anda sendiri.
Hati-hati dengan UCAPAN anda. Jangan PERNAH menganggap diri anda YANG PALING HEBAT.
Mengapa?
Karena jika anda sudah merasa yang paling hebat, maka anda akan berhenti belajar dan berkembang!
Andapun akan merendahkan orang lain karena anda merasa paling hebat.
Sedangkan kita tau bahwa HIDUP itu adalah perkembangan terus menerus tanpa akhir.
IF YOU DON’T GROW, YOU WON’T SURVIVE!
Hati-hati dengan “omongan sampah” akan betapa hebatnya diri anda DIBANDINGKAN orang lain.
Itu hanya akan membuka topeng ketakutan anda kepada khalayak publik.
Jika anda merasa hebat, sukses dan luar biasa, simpan dan nikmati sendiri perasaan itu untuk diri anda sendiri.
Jangan pernah show off dan tetaplah rendah hati SELAYAKNYA Pria Idaman yang PADAT ISI namun tetap berusaha untuk TAMPAK NORMAL.
Bersainglah dengan standar dan tujuan hidup yang anda buat sendiri...
Bersainglah melawan kemalasan dan rasa takut anda sendiri...
Bersainglah dengan tantangan-tantangan mental diri anda sendiri...
BUKAN karena anda IRI dengan kesuksesan orang lain,
BUKAN karena anda TAKUT kehilangan cinta seorang wanita,
BUKAN karena anda TAKUT kehilangan klien,
Dan BUKAN karena anda TAKUT kehilangan validasi!
Selalu ingat bahwa PRIA IDAMAN hanya bersaing dengan STANDAR, TANTANGAN dan TUJUAN HIDUP yang ia berikan terhadap dirinya sendiri AGAR menjadikan dirinya lebih baik DAN BERGUNA bagi sesama.
Selalu ingat bahwa PERSAINGAN sesungguhnya adalah PERGUMULAN BATIN akan PERKEMBANGAN KARAKTER dalam diri anda, BUKA
SUMBER : pencinta wanita.com
Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel bisnis tentang NESCAFE *VERSUS* STARBUCKS.
Di Amerika, Starbucks baru saja meluncurkan kopi bubuk instan berbentuk sachet. Hal ini membuat Nescafe getar-getir.
Nescafe menawarkan TESTER kopi instan mereka secara gratis, Starbucks menawarkan TESTER kopi instan mereka secara gratis.
Beberapa saat kemudian, muncul-lah iklan baru NESCAFE.
Nescafe mengeluarkan iklan yang MEMBANDING-BANDINGKAN kopi instan mereka dengan STARBUCKS.
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menggambarkan CUP starbucks dengan logo lingkaran hijau identik dengan logo starbucks yang bertuliskan “A LOT OF HYPE” dan “REAL PRICEY” (sangat mahal). Sedangkan Nescafe menuliskan “Real Value” pada CUP merah mereka.
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan RASA kopi mereka LEBIH ENAK dibandingkan Starbucks,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan sangat bodoh membeli kopi Starbucks yang harganya 4x lebih mahal dari Nescafe,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Iklan Nescafe menyatakan bahwa merekalah “Pioneer nomor satu” yang sudah sejak lama menjadi “market leader” dibandingkan Starbucks,
Starbucks tidak mengeluarkan iklan sama sekali.
Bahkan, Starbucks tidak mengeluarkan se-sen pun untuk iklan kopi instan nya!
Lalu coba tebak apa yang terjadi?
Starbucks *WIN* the SALES.
Kok bisa?
1. Harga “mahal” Starbucks tidaklah “semahal” seperti membeli mobil ferari bukan? dan orang-orang TETAP PUAS untuk pergi ke Starbucks tanpa membuat selisih harga “secuil” sebagai sesuatu yang BIG DEAL.
2. RASA kopi Nescafe dan Starbucks ya terasa SEPERTI KOPI INSTAN. Orang-orang mencintai Starbucks bukan hanya karena RASA KOPI INSTAN nya, melainkan pengalaman mereka dengan Starbucks.
3. Iklan Nescafe JUSTRU membantu Starbucks agar dikenal orang yang belum tau tentang Starbucks.
Hmmm...
Lalu apa hubungan nya iklan tersebut dengan Karakter Pria Idaman?
Hubungan nya adalah pada saat anda mulai meraih SUKSES baik itu tentang wanita, bisnis maupun berbagai macam area dikehidupan anda, akan BANYAK orang-orang yang IRI HATI *ATAU* orang-orang yang KECEWA dengan anda karena keinginan “aneh” mereka tidak anda penuhi, yang akan berusaha menjadi “pesaing” anda dan berusaha menjatuhkan anda dengan berbagai macam cara.
Itu PASTI.
Jika itu tentang wanita, maka “competitor” anda akan berusaha merebut wanita anda.
Jika itu tentang bisnis, maka “competitor” anda akan berusaha merebut klien anda.
Jika itu tentang hal-hal lain di berbagai area kehidupan anda, maka “competitor” anda akan berusaha merebut prestasi dan status anda.
Lalu bagaimana anda sebagai seorang Pria Idaman menyikapi hal-hal seperti ini?
Belajar dari Nescafe *versus* Starbucks, 4 Mindset yang sangat penting untuk anda pahami dan resapi sebagai Pria Idaman.
1. Tidak ada yang namanya PESAING (Competitor) Bagi Pria Idaman.
Orang lain boleh melihat anda sebagai “pesaing”, namun JANGAN SAMPAI anda melihat SIAPAPUN sebagai pesaing.
Mengapa?
Karena jika anda melihat seseorang sebagai “pesaing”, maka hal itu datang dari RASA TAKUT.
Anda TAKUT kehilangan Wanita,
Anda TAKUT kehilangan Klien,
Anda TAKUT kehilangan STATUS dan PRESTASI anda.
Sedangkan kita tau bahwa RASA TAKUT KEHILANGAN akan membuat anda NEEDY.
Dan kita tau NEEDY akan membuat anda DESPERATE.
Dan pada saat anda DESPERATE, maka anda akan melakukan hal-hal “aneh” yang akan menghancurkan kehidupan anda, LAYAKNYA jika anda sudah mulai NEEDY kepada wanita.
Fakta berbicara bahwa TERLALU BANYAK wanita didunia ini, anda tidak perlu takut kehilangan.
TERLALU BANYAK klien didunia ini, anda tidak perlu takut kehabisan.
TERLALU BANYAK orang-orang didunia ini yang akan MEMUJI-MUJI dan memberikan STATUS kepada anda, anda tidak perlu takut tidak dapat VALIDASI.
Bahkan lebih lanjut, anda JUSTRU HARUS memilih-milih mana yang COCOK-COCOK SAJA dengan anda. Jika tidak cocok, biarkan orang yang menganggap anda sebagai “competitor” mengambilnya!
Jika itu tentang wanita, anda harus SELEKTIF akan mana wanita yang akan menjadi pendamping anda.
Jika anda merasa TIDAK COCOK dengan nya, maka katakan saja “masih banyak Pria-pria lain yang lebih baik dari saya untukmu!”
Jika itu tentang bisnis, anda harus SELEKTIF akan mana klien-klien terbaik anda.
Saya pribadi sebagai pe-bisnis menginginkan klien yang “hi profit, low maintenance”.
Klien yang mandiri, tanggap, dewasa dan tidak manja.
Jika saya mendapatkan klien yang hanya minta dimanja terus menerus dan hanya menyulitkan saya, saya akan katakan kepada mereka bahwa masih banyak solusi romansa lainnya yang lebih baik dari saya untuk mereka.
Dan saya tidak sedikitpun merasa rugi mengatakan itu.
Mengapa?
Karena saya hanya ingin memberikan YANG TERBAIK untuk KLIEN TERBAIK.
Bukankah hidup akan terasa lebih mudah jika anda berfokus untuk mendapatkan *apa yang anda inginkan* dan memberikan semua yang *tidak anda inginkan* kepada orang-orang yang berkekurangan dan membutuhkan?
2. Latih “Silent Power” anda.
Didalam eBook “Direct Approach Manual” saya mengambil referensi buku berjudul SILENT POWER oleh Stuart Wilde.
Silent Power adalah “kekuatan berdiam diri” untuk menghadapi hal-hal yang tidak penting.
Silent Power juga dapat diartikan sebagai “emotional control” atau latihan mengontrol emosi anda.
Pada saat anda mulai meraih SUKSES baik itu tentang wanita, bisnis maupun berbagai macam area dikehidupan anda, maka orang-orang yang menganggap anda sebagai “competitor” akan BERKAMPANYE mirip seperti iklan Nescafe *versus* Starbucks.
Pada saat inilah emosi anda diuji.
Dapatkah anda mengontrol emosi anda, atau anda yang dikontrol emosi.
P.T. Barnum, Advertiser paling sukses di Amerika tahun 1800an mengatakan “Apapun gosip yang orang eluhkan tentang saya, saya tidak peduli, ASALKAN nama saya terus dibicarakan dan DICETAK dimana-mana YANG MENYEBABKAN saya menjadi LEGENDA”
Satu hal yang harus anda ingat adalah: Semakin banyak orang yang membicarakan anda baik itu negatif maupun positif, semakin POPULER lah anda.
Coba lihat Ahmad Dhani atau Roy Suryo.
Bukankah semakin mereka dibicarakan SEMAKIN MEREKA SUKSES?
Hmmm...
JANGAN PERNAH anda MARAH atau DENDAM,
Saya ulangi:
JANGAN PERNAH anda MARAH atau DENDAM jika ada orang lain yang membicarakan anda baik itu positif maupun negatif.
Mengapa?
Karena justru mereka MEMBERIKAN ANDA KEKUATAN dan BUKTI akan SUKSES nya anda SEHINGGA anda sebegitu LAYAKNYA MEREKA BICARAKAN!
PLUS, mereka memberikan ADVERTISING gratis untuk anda!
Hmmm...
Ber-terima kasih-lah kepada mereka.
Namun jika anda enggan berterimakasih kepada mereka, ABAIKAN saja mereka.
3. Tidak bersaing bukan berarti percaya.
Kadang orang-orang yang menganggap anda “pesaing” akan meng-halal-kan berbagai macam cara untuk menjatuhkan anda TERMASUK berpura-pura manis dan menawarkan “persahabatan” kepada anda.
JIKA ANDA TAU bahwa orang yang anda hadapi memiliki “agenda tersembunyi”, maka jauhi mereka.
TIDAK BERSAING bukan berarti anda dengan begitu mudahnya PERCAYA kepada mereka.
TIDAK SALAH untuk baik kepada mereka yang menganggap anda sebagai “pesaing”, namun bukan berarti anda PERCAYA begitu saja kepada mereka.
4. Simpan dan Nikmati kesuksesan anda untuk diri anda sendiri.
Hati-hati dengan UCAPAN anda. Jangan PERNAH menganggap diri anda YANG PALING HEBAT.
Mengapa?
Karena jika anda sudah merasa yang paling hebat, maka anda akan berhenti belajar dan berkembang!
Andapun akan merendahkan orang lain karena anda merasa paling hebat.
Sedangkan kita tau bahwa HIDUP itu adalah perkembangan terus menerus tanpa akhir.
IF YOU DON’T GROW, YOU WON’T SURVIVE!
Hati-hati dengan “omongan sampah” akan betapa hebatnya diri anda DIBANDINGKAN orang lain.
Itu hanya akan membuka topeng ketakutan anda kepada khalayak publik.
Jika anda merasa hebat, sukses dan luar biasa, simpan dan nikmati sendiri perasaan itu untuk diri anda sendiri.
Jangan pernah show off dan tetaplah rendah hati SELAYAKNYA Pria Idaman yang PADAT ISI namun tetap berusaha untuk TAMPAK NORMAL.
Bersainglah dengan standar dan tujuan hidup yang anda buat sendiri...
Bersainglah melawan kemalasan dan rasa takut anda sendiri...
Bersainglah dengan tantangan-tantangan mental diri anda sendiri...
BUKAN karena anda IRI dengan kesuksesan orang lain,
BUKAN karena anda TAKUT kehilangan cinta seorang wanita,
BUKAN karena anda TAKUT kehilangan klien,
Dan BUKAN karena anda TAKUT kehilangan validasi!
Selalu ingat bahwa PRIA IDAMAN hanya bersaing dengan STANDAR, TANTANGAN dan TUJUAN HIDUP yang ia berikan terhadap dirinya sendiri AGAR menjadikan dirinya lebih baik DAN BERGUNA bagi sesama.
Selalu ingat bahwa PERSAINGAN sesungguhnya adalah PERGUMULAN BATIN akan PERKEMBANGAN KARAKTER dalam diri anda, BUKA
SUMBER : pencinta wanita.com
KETERTARIKAN WANITA
PERTANYAAN:
Gimana cara kita tau kalo kita itu following the passion? dan juga cara mencari passionnya (pernah dipost kayaknya pas part 1 deh, berarti udah ilang postnya :hammer)
JAWAB:
Ah... Good Question!
Pertanyaan seperti ini nih yang membangun Karakter... Bosen juga jawab pertanyaan soal Approach dan Opener melulu.
5 Hal,
1. Apa itu Passion.
Wikipedia: "Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something."
yah terjemahkan sendiri lah artinya!
satu hal yang saya ingin tekankan adalah: Passion is MORE than just love!
Nah lalu dimana letak LEBIH nya "passion" dibandingkan "love"?
Passion (atau dalam bahasa indonesia nya disebut HASRAT), adalah sesuatu yang membuat seseorang RELA MATI demi melakukan nya.
Sedangkan "Love", dapat datang dan pergi.
Jadi jika anda punya Passion akan sesuatu (atau seseorang), anda akan RELA MATI demi memperjuangkan nya.
Mungkin definisi versi saya tentang Passion adalah: "Dorongan yang sangat kuat untuk melakukan atau mendapatkan sesuatu"
2. Apa Gunanya Passion?
Setelah kita tau apa itu Passion, lalu apa gunanya untuk memikat wanita?
Gunanya adalah untuk membangun koneksi EMOSI antara anda dan sang wanita.
Lalu bagaimana Passion anda dapat membangun koneksi EMOSI dengan wanita?
Saya jelaskan!
Wanita dapat SANGAT CEPAT menangkap gejolak EMOSI pada saat sang pria berbicara ATAU melakukan passion nya. Hal ini dikarenakan otak emosi sang wanita menangkap energi antusiasme yang terpancar dari sang Pria.
Makanya banyak wanita yang tergila-gila dengan anak band, pebisnis tangguh, bintang olah raga, dan siapapun yang MEMILIKI PASSION dan benar-benar MENGEJARNYA!
Ada sesuatu KEKUATAN DAYA TARIK yang SANGAT MENARIK jika anda memiliki TUJUAN YANG JELAS dan BENAR-BENAR MENGEJAR hal tersebut!
dan GILANYA, jika anda benar-benar memiliki Passion, anda tidak perlu MEMBUAT-BUAT omongan "sok-sok keren" untuk show off didepan wanita!
mengapa?
karena Passion anda TERPANCAR SECARA ALAMI dengan sendirinya pada saat anda ber-interaksi dengan wanita!
dengan kata lain, anda cukup JADI NORMAL dan DENGAN SEGERA, sang wanita dapat tertarik dengan anda!
There's NO MORE "GAMES" to play with woman! ...Only You, Your Passion and Attraction!
That's it!
Jadi Passion amat sangat BERPENGARUH untuk kehidupan anda, juga ketertarikan alami dengan wanita!
Semua NATURALS tidak punya "GAME", ROUTINE atau SKENARIO untuk mengelabuhi wanita... yang mereka punya hanyalah diri mereka beserta Passion yang menarik wanita SECARA ALAMI!
3. Passion Terlarang!
Nah setelah kita tau apa itu Passion dan Gunanya, kita juga harus tau ada sebuah Passion yang TERLARANG!
Passion tersebut adalah pada saat anda MENEMPATKAN wanita menjadi Passion anda!
Mengapa menempatkan wanita menjadi Passion anda itu terlarang?
Karena jika anda sudah menempatkan wanita menjadi Passion anda, itu akan membuat sang wanita menjadi NOMOR 1 bagi anda!
dan apakah menjadikan wanita NOMOR 1 itu salah?
YA! ...SANGAT SALAH!
Mari saya jelaskan sebuah konsep PW yang saya sebut "pengejaran seumur hidup".
Aneh tapi nyata, namun jika wanita SUDAH SUKA akan sesuatu namun BELUM memilikinya, mereka akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu tersebut.
Saya ulangi:
Jika wanita SUDAH SUKA akan sesuatu namun BELUM memilikinya, mereka akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu tersebut.
dan kebalikan nya juga sungguh BENAR... yaitu, Wanita akan:
+ Menjadi semena-mena,
+ Mendominasi, atau bahkan,
+ MUDAH MENINGGALKAN...
...sesuatu tersebut, JIKA mereka SUDAH MEMILIKI sesuatu tersebut!
Coba anda ingat-ingat pengalaman anda dimana anda MENGINGINKAN sesuatu, dan pada saat anda sudah memilikinya, anda bosan dengan sesuatu tersebut!
Contoh dari pengalaman saya adalah pada saat saya menginginkan sebuah gitar limited edition yang sulit didapatkan.
SEBELUM saya mendapatkan gitar tersebut, saya AMAT SANGAT tergila-gila untuk mendapatkan nya...
Walaupun saya amat bahagia setelah "bekerja keras" dan pada akhirnya mendapatkan gitar tersebut, kebahagiaan saya DENGAN SEGERA menjadi tidak berarti karena saya sudah MERASA MEMILIKI gitar tersebut.
Dan akhirnya, gitar tersebut hanya saya mainkan sesekali saja dan lebih menjadi pajangan pribadi.
Coba ingat-ingat pengalaman anda dimana pada saat anda memberikan SEGALA-GALANYA dan MENJADIKAN seorang wanita menjadi NOMOR 1 lalu tiba-tiba sikapnya BERUBAH TOTAL?
Hmm...
Manusia (wanita khususnya), akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu yang belum mereka miliki, namun BEGITU mereka memilikinya, maka RASA HAUS akan sesuatu tersebut berubah menjadi KEBOSANAN.
Oleh karena itu, anda HARUS SELALU menjadikan wanita menjadi NOMOR 2, dan PASSION anda NOMOR 1.
Wanita MUNGKIN SAJA *BERKATA* bahwa mereka akan SETIA dan BAHAGIA jika mereka menjadi NOMOR 1, namun itu hanya LOGIKA mereka saja!
Kenyataan nya, EMOSI mereka BERTINDAK sebaliknya dari apa yang mereka ucapkan!
FAKTA dari konsep ini dapat dilihat dari beberapa kasus perceraian para artis seperti
+ Tamara Blezinsky meninggalkan suaminya Tengku Rafli Pasha,
+ Elma Theana meninggalkan suaminya Fahri Indarto,
+ dan sudah tentu Kris Dayanti meninggalkan suaminya Anang.
Semua karena "Lack of Passion" sang suami yang hanya menempatkan sang istri sebagai Passion nomor 1 mereka.
Begitu Wanita menjadi nomor 1, maka tidak akan ada lagi yang namanya TANTANGAN.
Begitu tidak ada lagi TANTANGAN, maka timbullah KEBOSANAN.
Begitu timbul KEBOSANAN, maka DENGAN SENDIRINYA wanita akan:
+ Menjadi semena-mena,
+ Mendominasi, atau bahkan,
+ Meninggalkan anda!
Dan itu PASTI.
Lalu bagaimana SOLUSI nya?
Seperti yang kita ketahui bahwa wanita adalah makhluk yang PENUH CEMBURU.
Jika anda menempatkan wanita NOMOR 2, dan Passion anda (apapun itu selain sang wanita) NOMOR 1, maka sang wanita akan SANGAT CEMBURU dengan PASSION anda!
Hal tersebut menyebabkan mereka TERTANTANG dan *SETIA* untuk BERSAING dengan Passion anda, agar mereka dapat menjadi NOMOR 1.
Hal ini dapat dilihat dari perilaku sang wanita yang berkata "kamu kok lebih mentingin urusan kamu sih?", "kamu sibuk terus... kamu kangen ga sih sama aku?", atau bahkan lebih ekstrim, "kamu pilih aku atau hobi kamu itu?"
Hal ini dilakukan wanita untuk BENAR-BENAR menjadi NOMOR 1 bagi anda, dibandingkan Passion anda.
Dan jika anda pada akhirnya menempatkan mereka sebagai NOMOR 1, maka hal-hal seperti "konflik", "cinta hambar", "perselingkuhan" ataupun "pemutusan hubungan sepihak" akan terjadi.
Kata "I Miss You" tidak akan keluar dari mulut wanita jika anda selalu berada didepan muka sang wanita setiap saat!
Kata "I Miss You" akan sering terdengar jika anda cukup sibuk mengejar Passion anda dan menghilang sesaat dari sang wanita!
Anda harus CUKUP SIBUK mengejar Passion anda dan luangkan waktu LEBIH SEDIKIT untuk *dapat bersama* ATAU *memikirkan* sang wanita.
Dengan begitu, sang wanita akan TERTANTANG untuk mendapatkan anda, dan dia akan mendapatkan anda untuk SEJENAK, dan anda kembali mengejar Passion anda, dan sang wanita TERTANTANG kembali untuk mendapatkan anda, dan dia akan kembali mendapatkan anda untuk SEJENAK, dan anda kembali mengejar Passion anda, dan proses ini berulang terus menerus...
Proses "pengejaran" ini HARUS berlangsung dari awal ia bertemu dengan anda, hingga ia berpacaran dengan anda, hingga ia menikah dengan anda, dan hingga akhir hayat nya!
Inilah yang disebut dengan KESETIAAN.
KESETIAAN adalah pengejaran tiada akhir yang dilakukan wanita terhadap anda.
Dengan kata lain, wanita akan *SETIA* kepada anda jika anda menempatkan mereka NOMOR 2, dan Passion anda NOMOR 1.
Dan saya INGATKAN kembali kepada anda bahwa jika anda bertanya kepada Wanita tentang hal ini, maka mereka akan menjawab SECARA LOGIKA bahwa mereka HARUS menjadi NOMOR 1, namun EMOSI mereka BERTINDAK sebaliknya, diluar kesadaran mereka.
Sebuah teknik flirting yang cukup sering saya gunakan untuk mengkomunikasikan Passion saya kepada wanita berbunyi sebagai berikut:
me: "kamu tau ga? aku punya 3 istri lho!"
her: "hah?"
me: "iya... istri pertama itu MacBook Pro, istri kedua itu iPhone, istri ketiga itu KAMU!"
Lakukan dengan benar, maka anda akan dapat FLIRT DASYAT yang akan menjurus ke KINO KELAS BERAT! ^_^
Jadi ingat bahwa PASSION dapat menimbulkan KETERTARIKAN SECARA ALAMI dalam diri wanita, dan PASSION juga merupakan KUNCI dari KESETIA'AN wanita kepada anda!
So Attraction is all about Building a Life with Passion, not about *chasing* or *hitting* woman with your game!
by the way, point ke 4, yaitu: "Bagaimana cara mencari tau apa yang anda lakukan adalah Passion anda" dan point ke 5, yaitu: "Bagaimana cara mencari Passion anda yang sebenarnya", akan saya lanjutkan BESOK setelah Super Seminar.
Stand By!
sumber : Pencinta wanita.com
Gimana cara kita tau kalo kita itu following the passion? dan juga cara mencari passionnya (pernah dipost kayaknya pas part 1 deh, berarti udah ilang postnya :hammer)
JAWAB:
Ah... Good Question!
Pertanyaan seperti ini nih yang membangun Karakter... Bosen juga jawab pertanyaan soal Approach dan Opener melulu.
5 Hal,
1. Apa itu Passion.
Wikipedia: "Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something."
yah terjemahkan sendiri lah artinya!
satu hal yang saya ingin tekankan adalah: Passion is MORE than just love!
Nah lalu dimana letak LEBIH nya "passion" dibandingkan "love"?
Passion (atau dalam bahasa indonesia nya disebut HASRAT), adalah sesuatu yang membuat seseorang RELA MATI demi melakukan nya.
Sedangkan "Love", dapat datang dan pergi.
Jadi jika anda punya Passion akan sesuatu (atau seseorang), anda akan RELA MATI demi memperjuangkan nya.
Mungkin definisi versi saya tentang Passion adalah: "Dorongan yang sangat kuat untuk melakukan atau mendapatkan sesuatu"
2. Apa Gunanya Passion?
Setelah kita tau apa itu Passion, lalu apa gunanya untuk memikat wanita?
Gunanya adalah untuk membangun koneksi EMOSI antara anda dan sang wanita.
Lalu bagaimana Passion anda dapat membangun koneksi EMOSI dengan wanita?
Saya jelaskan!
Wanita dapat SANGAT CEPAT menangkap gejolak EMOSI pada saat sang pria berbicara ATAU melakukan passion nya. Hal ini dikarenakan otak emosi sang wanita menangkap energi antusiasme yang terpancar dari sang Pria.
Makanya banyak wanita yang tergila-gila dengan anak band, pebisnis tangguh, bintang olah raga, dan siapapun yang MEMILIKI PASSION dan benar-benar MENGEJARNYA!
Ada sesuatu KEKUATAN DAYA TARIK yang SANGAT MENARIK jika anda memiliki TUJUAN YANG JELAS dan BENAR-BENAR MENGEJAR hal tersebut!
dan GILANYA, jika anda benar-benar memiliki Passion, anda tidak perlu MEMBUAT-BUAT omongan "sok-sok keren" untuk show off didepan wanita!
mengapa?
karena Passion anda TERPANCAR SECARA ALAMI dengan sendirinya pada saat anda ber-interaksi dengan wanita!
dengan kata lain, anda cukup JADI NORMAL dan DENGAN SEGERA, sang wanita dapat tertarik dengan anda!
There's NO MORE "GAMES" to play with woman! ...Only You, Your Passion and Attraction!
That's it!
Jadi Passion amat sangat BERPENGARUH untuk kehidupan anda, juga ketertarikan alami dengan wanita!
Semua NATURALS tidak punya "GAME", ROUTINE atau SKENARIO untuk mengelabuhi wanita... yang mereka punya hanyalah diri mereka beserta Passion yang menarik wanita SECARA ALAMI!
3. Passion Terlarang!
Nah setelah kita tau apa itu Passion dan Gunanya, kita juga harus tau ada sebuah Passion yang TERLARANG!
Passion tersebut adalah pada saat anda MENEMPATKAN wanita menjadi Passion anda!
Mengapa menempatkan wanita menjadi Passion anda itu terlarang?
Karena jika anda sudah menempatkan wanita menjadi Passion anda, itu akan membuat sang wanita menjadi NOMOR 1 bagi anda!
dan apakah menjadikan wanita NOMOR 1 itu salah?
YA! ...SANGAT SALAH!
Mari saya jelaskan sebuah konsep PW yang saya sebut "pengejaran seumur hidup".
Aneh tapi nyata, namun jika wanita SUDAH SUKA akan sesuatu namun BELUM memilikinya, mereka akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu tersebut.
Saya ulangi:
Jika wanita SUDAH SUKA akan sesuatu namun BELUM memilikinya, mereka akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu tersebut.
dan kebalikan nya juga sungguh BENAR... yaitu, Wanita akan:
+ Menjadi semena-mena,
+ Mendominasi, atau bahkan,
+ MUDAH MENINGGALKAN...
...sesuatu tersebut, JIKA mereka SUDAH MEMILIKI sesuatu tersebut!
Coba anda ingat-ingat pengalaman anda dimana anda MENGINGINKAN sesuatu, dan pada saat anda sudah memilikinya, anda bosan dengan sesuatu tersebut!
Contoh dari pengalaman saya adalah pada saat saya menginginkan sebuah gitar limited edition yang sulit didapatkan.
SEBELUM saya mendapatkan gitar tersebut, saya AMAT SANGAT tergila-gila untuk mendapatkan nya...
Walaupun saya amat bahagia setelah "bekerja keras" dan pada akhirnya mendapatkan gitar tersebut, kebahagiaan saya DENGAN SEGERA menjadi tidak berarti karena saya sudah MERASA MEMILIKI gitar tersebut.
Dan akhirnya, gitar tersebut hanya saya mainkan sesekali saja dan lebih menjadi pajangan pribadi.
Coba ingat-ingat pengalaman anda dimana pada saat anda memberikan SEGALA-GALANYA dan MENJADIKAN seorang wanita menjadi NOMOR 1 lalu tiba-tiba sikapnya BERUBAH TOTAL?
Hmm...
Manusia (wanita khususnya), akan *SETIA MENGEJAR* sesuatu yang belum mereka miliki, namun BEGITU mereka memilikinya, maka RASA HAUS akan sesuatu tersebut berubah menjadi KEBOSANAN.
Oleh karena itu, anda HARUS SELALU menjadikan wanita menjadi NOMOR 2, dan PASSION anda NOMOR 1.
Wanita MUNGKIN SAJA *BERKATA* bahwa mereka akan SETIA dan BAHAGIA jika mereka menjadi NOMOR 1, namun itu hanya LOGIKA mereka saja!
Kenyataan nya, EMOSI mereka BERTINDAK sebaliknya dari apa yang mereka ucapkan!
FAKTA dari konsep ini dapat dilihat dari beberapa kasus perceraian para artis seperti
+ Tamara Blezinsky meninggalkan suaminya Tengku Rafli Pasha,
+ Elma Theana meninggalkan suaminya Fahri Indarto,
+ dan sudah tentu Kris Dayanti meninggalkan suaminya Anang.
Semua karena "Lack of Passion" sang suami yang hanya menempatkan sang istri sebagai Passion nomor 1 mereka.
Begitu Wanita menjadi nomor 1, maka tidak akan ada lagi yang namanya TANTANGAN.
Begitu tidak ada lagi TANTANGAN, maka timbullah KEBOSANAN.
Begitu timbul KEBOSANAN, maka DENGAN SENDIRINYA wanita akan:
+ Menjadi semena-mena,
+ Mendominasi, atau bahkan,
+ Meninggalkan anda!
Dan itu PASTI.
Lalu bagaimana SOLUSI nya?
Seperti yang kita ketahui bahwa wanita adalah makhluk yang PENUH CEMBURU.
Jika anda menempatkan wanita NOMOR 2, dan Passion anda (apapun itu selain sang wanita) NOMOR 1, maka sang wanita akan SANGAT CEMBURU dengan PASSION anda!
Hal tersebut menyebabkan mereka TERTANTANG dan *SETIA* untuk BERSAING dengan Passion anda, agar mereka dapat menjadi NOMOR 1.
Hal ini dapat dilihat dari perilaku sang wanita yang berkata "kamu kok lebih mentingin urusan kamu sih?", "kamu sibuk terus... kamu kangen ga sih sama aku?", atau bahkan lebih ekstrim, "kamu pilih aku atau hobi kamu itu?"
Hal ini dilakukan wanita untuk BENAR-BENAR menjadi NOMOR 1 bagi anda, dibandingkan Passion anda.
Dan jika anda pada akhirnya menempatkan mereka sebagai NOMOR 1, maka hal-hal seperti "konflik", "cinta hambar", "perselingkuhan" ataupun "pemutusan hubungan sepihak" akan terjadi.
Kata "I Miss You" tidak akan keluar dari mulut wanita jika anda selalu berada didepan muka sang wanita setiap saat!
Kata "I Miss You" akan sering terdengar jika anda cukup sibuk mengejar Passion anda dan menghilang sesaat dari sang wanita!
Anda harus CUKUP SIBUK mengejar Passion anda dan luangkan waktu LEBIH SEDIKIT untuk *dapat bersama* ATAU *memikirkan* sang wanita.
Dengan begitu, sang wanita akan TERTANTANG untuk mendapatkan anda, dan dia akan mendapatkan anda untuk SEJENAK, dan anda kembali mengejar Passion anda, dan sang wanita TERTANTANG kembali untuk mendapatkan anda, dan dia akan kembali mendapatkan anda untuk SEJENAK, dan anda kembali mengejar Passion anda, dan proses ini berulang terus menerus...
Proses "pengejaran" ini HARUS berlangsung dari awal ia bertemu dengan anda, hingga ia berpacaran dengan anda, hingga ia menikah dengan anda, dan hingga akhir hayat nya!
Inilah yang disebut dengan KESETIAAN.
KESETIAAN adalah pengejaran tiada akhir yang dilakukan wanita terhadap anda.
Dengan kata lain, wanita akan *SETIA* kepada anda jika anda menempatkan mereka NOMOR 2, dan Passion anda NOMOR 1.
Dan saya INGATKAN kembali kepada anda bahwa jika anda bertanya kepada Wanita tentang hal ini, maka mereka akan menjawab SECARA LOGIKA bahwa mereka HARUS menjadi NOMOR 1, namun EMOSI mereka BERTINDAK sebaliknya, diluar kesadaran mereka.
Sebuah teknik flirting yang cukup sering saya gunakan untuk mengkomunikasikan Passion saya kepada wanita berbunyi sebagai berikut:
me: "kamu tau ga? aku punya 3 istri lho!"
her: "hah?"
me: "iya... istri pertama itu MacBook Pro, istri kedua itu iPhone, istri ketiga itu KAMU!"
Lakukan dengan benar, maka anda akan dapat FLIRT DASYAT yang akan menjurus ke KINO KELAS BERAT! ^_^
Jadi ingat bahwa PASSION dapat menimbulkan KETERTARIKAN SECARA ALAMI dalam diri wanita, dan PASSION juga merupakan KUNCI dari KESETIA'AN wanita kepada anda!
So Attraction is all about Building a Life with Passion, not about *chasing* or *hitting* woman with your game!
by the way, point ke 4, yaitu: "Bagaimana cara mencari tau apa yang anda lakukan adalah Passion anda" dan point ke 5, yaitu: "Bagaimana cara mencari Passion anda yang sebenarnya", akan saya lanjutkan BESOK setelah Super Seminar.
Stand By!
sumber : Pencinta wanita.com
MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI
MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI
Bingung juga buat kasih judul untuk artikel pertama, tapi kamu bisa ubah sesuai dengan yang kamu inginkan setelah baca artikel ini.
Paham..?
Baik kita lanjutkan. Ini dimulai sekitar 2 hari yang lalu, waktu saya bertemu dengan R temen cewek waktu SMA (sepakat kita sebut dia R) jadi kira kira kayak gini neh :
R : “eh ky lama ga ketemu neh, masih jago komputer kan..? bisa ajarin cara buat blog ga.?”, (saya sih ga’ langsung jawab, cuman diem aja seperti biasa), wah masih ga berubah neh orang (dengan satu hembusan nafas panjang plus muka sebelnya)
KY : (dengan muka KAYAK berfikir), mmm, “kalo buat blog sih gampang tapi yang susah cuman satu”
R : “ apa yang susah”??
KY : (dengan lantang dan pede gw bilang) “yang susah tuh nurunin berat badan bapakmu…!!!
R : “Ahhh..!! dasar Rese’….!!
Sebelum saya lanjutkan (kata saya diganti al atau ky juga boleh), saya mo cerita dikit tentang “R” usianya 22 tahun, pinter, and fisik yang kalo al nilai mungkin sekitar 8,5. Membaca pembicaraan pembuka tadi apa yang kamu bisa lihat, ky yang sombong , ky yang rese’, atau ky yang bikin “R” jadi terPANCING emosinya…
Hey ayo fikir dulu jangan lanjut baca dulu ..
Sudah ..??
Jadi apapun jawaban pilihan kalian semuanya akan selalu benar sebelum membaca kelanjutan pembicaraan kami, oh ia mau flash back dulu kalau inget al zaman SMA dulu mungkin akan beda dengan yang sekarang (sumpah gw grogi berat waktu bicara ama mahluk berdada yang mitosnya berasal dari venus ini , WANITA…!!) makanya kalau tiap kali ngobrol paling gw cuman diem aja. Jadi untuk yang merasa seperti gw lanjutin baca dan yang ga’ ngerasa silahkan lihat tanda X di pojok kanan atas dan tutup segera artikel ini, karena artikel kali ini khusus saya bagikan Cuma buat teman2 cowok yang ngerasa kurang pd.
Rasa percaya diri dapat dimungkinkan ada pada diri seseorang APABILA IA MERASA MAMPU, IA MERASA LEBIH, DAN IA MEMILIKI PERSIAPAN. Jadi kalau sekarang kamu merasa tidak pd dengan keadaan kamu berarti kamu akan merasakan perasaan tidak mampu, tidak memiliki kelebihan, dan tidak memliki persiapan untuk melakukan apapun aktifitas kamu.
Jadi apa yang harus kamu lakukan jika itu terjadi ??
Satu hal yang paling mendasar adalah MULAILAH MENGHARGAI DIRI SENDIRI, jangan pernah beranggapan bahwa kalian merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu, jangan beranggapan kalau muka kalian itu pas pasan dan tidak pantas untuk bicara dengan cewek manapun malah lakukan yang sebaliknya. Untuk melakukan itu gw punya kata kata ajaib neh “SAYA ADALAH GRAVITASI”, dengan beranggapan kamu adalah gravitasi dari dunia, secara tidak langsung memaksa otak kamu beranggapan semua yang ada disekitar kamu ada dibawah kendali tubuh kalian… hebat bukan…
Baik sekarang saatnya kembali melanjutkan percakapan diatas
R : “kamu tuh sekalinya ngomong nyebelin yach”
KY : “(dengan senyum santai), kamu tuh sekalinya ngomong manis banget yach…”
R : “(dengan muka bingung n senyum senyum), udah dari dulu kale..!!! hehehe
KY : “ia manis banget sampai jadi inget film horror yang semalem… hehehe,,
R : iiihhh nyebelin (sambil cubitan kecil di lengan gw)
Ok… cukup segitu dulu, karena selanjutnya tuh cewek gw ajarin ngeblog, traktirin gw macem macem Cuma buat jalan jalan bareng gw and tentunya bertingkah rada genit di sekitar gw,,. Yuph tangan gw udah pegel buat ngetik so lain kali gw akan bahas mengenai menimbulkan ketertarikan antara pria dan wanita,, dan pertanyaan terakhirnya adalah : Apakah Anda Mau Menghargai Diri Anda..??
Sahabatmu, Al Muzaky
Bingung juga buat kasih judul untuk artikel pertama, tapi kamu bisa ubah sesuai dengan yang kamu inginkan setelah baca artikel ini.
Paham..?
Baik kita lanjutkan. Ini dimulai sekitar 2 hari yang lalu, waktu saya bertemu dengan R temen cewek waktu SMA (sepakat kita sebut dia R) jadi kira kira kayak gini neh :
R : “eh ky lama ga ketemu neh, masih jago komputer kan..? bisa ajarin cara buat blog ga.?”, (saya sih ga’ langsung jawab, cuman diem aja seperti biasa), wah masih ga berubah neh orang (dengan satu hembusan nafas panjang plus muka sebelnya)
KY : (dengan muka KAYAK berfikir), mmm, “kalo buat blog sih gampang tapi yang susah cuman satu”
R : “ apa yang susah”??
KY : (dengan lantang dan pede gw bilang) “yang susah tuh nurunin berat badan bapakmu…!!!
R : “Ahhh..!! dasar Rese’….!!
Sebelum saya lanjutkan (kata saya diganti al atau ky juga boleh), saya mo cerita dikit tentang “R” usianya 22 tahun, pinter, and fisik yang kalo al nilai mungkin sekitar 8,5. Membaca pembicaraan pembuka tadi apa yang kamu bisa lihat, ky yang sombong , ky yang rese’, atau ky yang bikin “R” jadi terPANCING emosinya…
Hey ayo fikir dulu jangan lanjut baca dulu ..
Sudah ..??
Jadi apapun jawaban pilihan kalian semuanya akan selalu benar sebelum membaca kelanjutan pembicaraan kami, oh ia mau flash back dulu kalau inget al zaman SMA dulu mungkin akan beda dengan yang sekarang (sumpah gw grogi berat waktu bicara ama mahluk berdada yang mitosnya berasal dari venus ini , WANITA…!!) makanya kalau tiap kali ngobrol paling gw cuman diem aja. Jadi untuk yang merasa seperti gw lanjutin baca dan yang ga’ ngerasa silahkan lihat tanda X di pojok kanan atas dan tutup segera artikel ini, karena artikel kali ini khusus saya bagikan Cuma buat teman2 cowok yang ngerasa kurang pd.
Rasa percaya diri dapat dimungkinkan ada pada diri seseorang APABILA IA MERASA MAMPU, IA MERASA LEBIH, DAN IA MEMILIKI PERSIAPAN. Jadi kalau sekarang kamu merasa tidak pd dengan keadaan kamu berarti kamu akan merasakan perasaan tidak mampu, tidak memiliki kelebihan, dan tidak memliki persiapan untuk melakukan apapun aktifitas kamu.
Jadi apa yang harus kamu lakukan jika itu terjadi ??
Satu hal yang paling mendasar adalah MULAILAH MENGHARGAI DIRI SENDIRI, jangan pernah beranggapan bahwa kalian merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu, jangan beranggapan kalau muka kalian itu pas pasan dan tidak pantas untuk bicara dengan cewek manapun malah lakukan yang sebaliknya. Untuk melakukan itu gw punya kata kata ajaib neh “SAYA ADALAH GRAVITASI”, dengan beranggapan kamu adalah gravitasi dari dunia, secara tidak langsung memaksa otak kamu beranggapan semua yang ada disekitar kamu ada dibawah kendali tubuh kalian… hebat bukan…
Baik sekarang saatnya kembali melanjutkan percakapan diatas
R : “kamu tuh sekalinya ngomong nyebelin yach”
KY : “(dengan senyum santai), kamu tuh sekalinya ngomong manis banget yach…”
R : “(dengan muka bingung n senyum senyum), udah dari dulu kale..!!! hehehe
KY : “ia manis banget sampai jadi inget film horror yang semalem… hehehe,,
R : iiihhh nyebelin (sambil cubitan kecil di lengan gw)
Ok… cukup segitu dulu, karena selanjutnya tuh cewek gw ajarin ngeblog, traktirin gw macem macem Cuma buat jalan jalan bareng gw and tentunya bertingkah rada genit di sekitar gw,,. Yuph tangan gw udah pegel buat ngetik so lain kali gw akan bahas mengenai menimbulkan ketertarikan antara pria dan wanita,, dan pertanyaan terakhirnya adalah : Apakah Anda Mau Menghargai Diri Anda..??
Sahabatmu, Al Muzaky
ASKEP TBC
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar
1. Definisi
Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru (Smeltzer, 2001).
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis (Alsagaff, 2005 : 73).
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis (Somantri, 2008 : 59).
2. Etiologi
Tuberculosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini berbentuk batang mempunyai sifat tahan asam pada perwarnaan. Oleh karena itu, disebut sebagai basil tahan asam (Somantri, 2008 : 59).
3. Patofisiologi
Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung Mycobakterium tuberkulosis dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam. Orang dapat terifeksi kalau droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernapasan. Setelah Mycobacterium tuberkulosis masuk ke dalam saluran pernapasan, masuk ke alveoli, tempat dimana mereka berkumpul dan mulai memperbanyak diri. Basil juga secara sistemik melalui sistem limfe dan aliran darah ke bagian tubuh lainnya (ginjal, tulang, korteks serebri), dan area paru-paru lainnya (lobus atas).
Sistem imun tubuh berespons dengan melakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri; limfosit melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. lnfeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan.
Massa jaringan baru, yang disebut granulomas, yang merupakan gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati, dikelilingi oleh makrofag yang membentuk dinding protektif. Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian sentral dari massa fibrosa ini disebut tuberkel Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami kalsifikasi, membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan penyakit aktif.
Setelah pemajanan dan infeksi awal, individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau respons yang inadekuat dari respons sistem imun. Penyakit aktif dapat juga terjadi dengan infeksi ulang dan aktivasi bakteri dorman. Dalam kasus ini, tuberkel Ghon memecah, melepaskan bahan seperti keju ke dalam bronki. Bakteri kemudian menjadi tersebar di udara, mengakibatkan penyebaran penyakit lebih jauh. Tuberkel yang memecah menyembuh, membentuk jaringan parut. Paru yang terinfeksi menjadi lebih membengkak, mengakibatkan terjadinya bronkopneumonia lebih lanjut, pembentukan tuberkel dan selanjutnya.
Kecuali proses tersebut dapat dihentikan, penyebarannya dengan lambat mengarah ke bawah ke hilum paru-paru dan kemudian meluas ke lobus yang berdekatan. Proses mungkin berkepanjangan dan ditandai oleh remisi lama ketika penyakit dihentikan, hanya supaya diikuti dengan periode aktivitas yang diperbaharui. Hanya sekitar 10% individu yang awalnya terinfeksi mengalami penyakit aktif (Brunner dan Suddarth, 2002).
4. Manifestasi Klinis
Menurut Jhon Crofton (2002) gejala klinis yang timbul pada pasien Tuberculosis berdasarkan adanya keluhan penderita adalah :
a. Batuk lebih dari 3 minggu
Batuk adalah reflek paru untuk mengeluarkan sekret dan hasil proses destruksi paru. Mengingat Tuberculosis Paru adalah penyakit menahun, keluhan ini dirasakan dengan kecenderungan progresif walau agak lambat. Batuk pada Tuberculosis paru dapat kering pada permulaan penyakit, karena sekret masih sedikit, tapi kemudian menjadi produktif.
b. Dahak (sputum)
Dahak awalnya bersifat mukoid dan keluar dalam jumlah sedikit, kemudian berubah menjadi mukopurulen atau kuning, sampai purulen (kuning hijau) dan menjadi kental bila sudah terjadi pengejuan.
Batuk Darah
Batuk darah yang terdapat dalam sputum dapat berupa titik darah sampai berupa sejumlah besar darah yang keluar pada waktu batuk. Penyebabnya adalah akibat peradangan pada pembuluh darah paru dan bronchus sehingga pecahnya pembuluh darah.
2.1.4.4 Sesak Napas
Sesak napas berkaitan dengan penyakit yang luas di dalam paru. Merupakan proses lanjut akibat retraksi dan obstruksi saluran pernapasan.
2.1.4.5 Nyeri dada
Rasa nyeri dada pada waktu mengambil napas dimana terjadi gesekan pada dinding pleura dan paru. Rasa nyeri berkaitan dengan pleuritis dan tegangan otot pada saat batuk.
2.1.4.6 Wheezing
Wheezing terjadi karena penyempitan lumen bronkus yang disebabkan oleh sekret, peradangan jaringan granulasi dan ulserasi.
2.1.4.7 Demam dan Menggigil
Peningkatan suhu tubuh pada saat malam, terjadi sebagai suatu reaksi umum dari proses infeksi.
2.1.4.8 Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan merupakan manisfestasi toksemia yang timbul belakangan dan lebih sering dikeluhkan bila proses progresif.
2.1.4.9 Rasa lelah dan lemah
Gejala ini disebabkan oleh kurang tidur akibat batuk.
2.1.4.10 Berkeringat Banyak Terutama Malam Hari
Keringat malam bukanlah gejala yang patogenesis untuk penyakit Tuberculosis paru. Keringat malam umumnya baru timbul bila proses telah lanjut.
2.1.5 Komplikasi
Menurut Depkes RI (2002), merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita tuberculosis paru stadium lanjut yaitu :
2.1.5.1 Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran napas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau karena tersumbatnya jalan napas.
2.1.5.2 Atelektasis (paru mengembang kurang sempurna) atau kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial.
2 1.5.3 Bronkiektasis (pelebaran broncus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru.
2.1.5.4 Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, dan ginjal.
2.1.6 Pemeriksaan penunjang
2.1.6.1 Pemeriksaan Laboratorium
2.1.6.1.1 Kultur Sputum : Positif untuk Mycobacterium tuberculosis pada tahap aktif penyakit
2.1.6.1.2 Ziehl-Neelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca untuk usapan cairan darah) : Positif untuk basil asam-cepat.
2.1.6.1.3 Tes kulit (Mantoux, potongan Vollmer) : Reaksi positif (area indurasi 10 mm atau lebih besar, terjadi 48-72 jam setelah injeksi intradcrmal antigen) menunjukkan infeksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak secara berarti menunjukkan penyakit aktif. Reaksi bermakna pada pasien yang secara klinik sakit berani bahwa TB aktif tidak dapat diturunkan atau infeksi disebabkan oleh mikobakterium yang berbeda.
2.1.6.1.4 Histologi atau kultur jaringan (termasuk pembersihan gaster; urine dan cairan serebrospinal, biopsi kulit) : Positif untuk Mycobacterium tuberculosis.
2.1.6.1.5 Biopsi jarum pada jaringan paru : Positif untuk granuloma TB; adanya sel raksasa menunjukkan nekrosis.
2.1.6.1.6 Elektrolit : Dapat tak normal tergantung pada lokasi dan beratnya infeksi; contoh hiponatremia disebabkan oleh tak normalnya retensi air dapat ditemukan pada TB paru kronis luas.
2.1.6.1.7 Pemeriksaan fungsi paru : Penurunan kapasitas vital, peningkatan rasio udara residu dan kapasitas paru total, dan penurunan saturasi oksigen sekunder terhadap infiltrasi parenkim/fibrosis, kehilangan jaringan paru dan penyakit pleural (Tuberkulosis paru kronis luas).
2.1.6.2 Pemeriksaan Radiologis
2.1.6.2.1 Foto thorak : Dapat menunjukkan infiltrasi lesi awal pada area paru atas, simpanan kalsium lesi sembuh primer, atau effusi cairan. Perubahan menunjukkan lebih luas TB dapat termasuk rongga, area fibrosa.
2.1.7 Penatalaksanaan Medis (DepKes RI, 2002 : 37)
2.1.7.1 Jenis dan Dosis Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
2.1.7.1.1 Isoniazid (H)
Dikenal dengan INH, bersifat bakterisid, dapat membunuh 90 % populasi kuman dalam beberapa hari pertama pengobatan. Sangat efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif yaitu kuman yang sedang berkembang. Dosis harian 5 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan dosis 10 mg/kg berat badan.
2.1.7.1.2 Rifampisin (R)
Bersifat bakterisid, membunuh kuman semi dormant yang tidak dapat dibunuh oleh isoniasid. Dosis 10 mg/kg berat badan. Dosis sama untuk pengobatan harian maupun intermiten 3 kali seminggu.
2.1.7.1.3 Pirazinamid (Z)
Bersifat bakterisid, membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. Dosis harian 25 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan dosis 35 mg/kg berat badan.
2.1.7.1.4 Streptomisin (S)
Bersifat bakterisid, dosis 15 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu digunakan dosis yang sama.
2.1.7.1.5 Etambutol (E)
Bersifat menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik). Dosis harian 15 mg/kg berat badan, sedangkan untuk intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan 30 mg/kg berat badan.
2.1.7.2 Tahap Pengobatan
Pengobatan Tuberculosis diberikan dalam 2 tahap yaitu:
2.1.7.2.1 Tahap Intensif
Penderita mendapat obat setiap hari. Pengawasan berat/ketat untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap semua Obat Anti Tuberculosis (OAT).
2.1.7.2.2 Tahap Lanjutan
Penderita mendapat jenis obat lebih sedikit dalam jangka waktu yang lebih lama. Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persistem (dormant) sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.
2.1.7.3 Kategori Pemberian Obat Anti Tuberculosis
2.1.7.3.1 Kategori 1 (211RZE/4113R3)
Tahap intensif terdiri dari isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) dan Etambutol(E). Obat-obatan tersebut diberikan setiap hari selama 2 bulan (2 HRZE), kemudian teruskan dengan tahap lanjutan yang terdiri dari Isoniasid (H) dan Rifampisin (R), diberikan tiga kali dalam seminggu selama 4 bulan (4H3R3).
Obat ini diberikan untuk :
- Penderita baru TBC paru BTA positif
- Penderita TBC paru BTA negatif, rontgen positif.
- Penderita TBC ekstra paru berat.
2.1.7.3.2 Kategori 2 (2HRZES/HRZE/5H3RE3)
Tahap intensif diberikan selama 3 (tiga) bulan, yang terdiri dari 2 bulan dengan isoniasid (H), Rifampisn, Pirazinamid (Z), Etambutol (E) setiap hari. Setelah itu diteruskan dengan tahap lanjutan selama 5 bulan dengan Isoniasid (H),Rifampisin (R), Etambutol (E) yang diberikan 3 kali dalam seminggu.
Perlu diperhatikan bahwa suntikan streptomisin diberikan setelah penderita selesai menelan obat.
Obat ini diberikan untuk penderita kambuh, penderita gagal, penderita dengan pengobatan setelah lalai.
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Dosis Per Hari / Kali Jumlah hari/kali
menelan
obat
Tablet Insoniasid
@ 300 mg Kaplet Rifampisin
@, 450 mg Tablet Pirasinamid
@ 500 mg Tablet Etambutol
@ 250 mg
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan 1 1 3 3 60
Tahap lanjutan (dosis 3 x seminggu) 4 bulan 2 1 - - 54
Tabel 1 : Panduan OAT Kategori 1
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Etambutol
Streptomisin injeksi Jumlah
hari/kali menelan obat
Tablet
@ 250 mg Tablet
@500 mg
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan
1 bulan
1
1
3 3
3
3 3
_ 0.75 gr
- 60
30
Tahap lanjutan
(dosis 3 x seminggu) 5 bulan
2 1 - 1 2 - 66
Tabel 2 : Panduan OAT Kategori 2
Tabel 3 : Panduan OAT Kategori 3
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Jumlah
hari/ kali
menelan
obat
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan
1
1
3
60
Tahap lanjutan (dosis 3 x seminggu) 4 bulan 2 1 - 54
Tabel 4 : Panduan OAT Sisipan
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Tablet
etambutol
@ 250 mg Jumlah
hari/ kali
menelan
obat
Tahap intensif
(dosis harian) 2 bulan 1 1 3 3 30
2.1.7.3.3 Kategori 3 (2HRZ/4H3R3)
Tahap intensif terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) diberikan setiap hari selama 2 bulan (2HRZ) diteruskan dengan tahap lanjutan terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R) selama 4 bulan diberikan 3 kali seminggu (4H3R3).
Obat ini diberikan untuk :
- Penderita baru BTA negatif dan roentgen positif sakit ringan
- Penderita ekstra paru ringan, yaitu TBC kelenjar limfe (limfadenitis), pleuritis aksudativa unilateral, TBC kulit, TBC tulang (kecuali tulang belakang) sendi dan kelenjar adrenal.
2.1.7.3.4 OAT Sisipan (HRZE)
Bila pada akhir tahap intensif pengobatan penderita baru BTA positif dengan kategori 1 atau penderita BTA positif pengobatan ulang dengan kategori 2, hasil pemeriksaan dahak masih BTA positif, diberikan obat sisipan Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E) setiap hari selama 1 bulan.
2.2 Manajemen Keperawatan
2.2.1 Pengkajian
Pengkajian adalah pengumpulan data yang cermat tentang pasien, keluarga dan kelompok melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan (Carpenito, 1999:24)
Menurut Doengoes 1999, pada pengkajian pada pasien tuberculosis paru akan di temukan data-data sebagai berikut :
2.2.1.1 Aktivitas / istirahat
Gejala : Badan lemah, sesak nafas, Kesulitan tidur pada malam hari, demam dan menggigil, berkeringat pada malam hari.
Tanda : Takikardia, takipnea / dipsnea pada kerja kelelahan otot, nyeri dan sesak.
2.2.1.2 Integritas ego
Gejala : Adanya faktor stress, Masalah keuangan, Perasaan tak berdaya / tak ada harapan.
Tanda : Menyangkal, ansietas, ketakutan, dan mudah tersinggung.
2.2.1.3 Makanan / cairan
Tanda : Turgor kulit kering / kulit bersisik, dan kehilangan otot.
2.2.1.4 Nyeri / kenyaman
Gejala : Nyeri dada meningkat karena batuk berulang
Tanda : Berhati-hati pada area yang sakit.
Perilaku distraksi, gelisah
2.2.1.5 Pernapasan
Gejala : Batuk produktif atau tak produktif. Sesak nafas.
Tanda : Peningkatan frekuensi pernapasan (penyakit luas atau fobrosis parenkim paru dan pleura), Perkusi pekak dan penurunan fremitus (cairan pleural) atau penebalan pleural.
2.2.1.6 Keamanan
Gejala : Adanya kondisi penekanan imun, contoh AIDS, kanker. Tes HIV positif
Tanda : Demam rendah atau sakit panas akut.
2.2.1.7 Interaksi sosial
Gejala : Perasaan isolasi atau penolakan karena penyakit menular. Perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/ perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran.
2.2.1.8 Penyuluhan atau pembelajaran
Gejala : Riwayat keluarga tuberculosis. Status kesehatan buruk. Gagal untuk membaik atau kambuhnya tuberculosis. Tidak berpartisipasi dalam terapi.
Rencana
Pemulangan : Memerlukan bantuan dengan / gangguan dalam terapi obat, dan bantuan perawatan diri, serta pemeliharaan atau perawatan rumah.
2.2.2 Diagnosa keperawatan
Diagnosa yang dapat muncul menurut (Doenges, 1999) :
2.2.2.1 Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan atau infeksi.
2.2.2.2 Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret yang kental atau berlebih.
2.2.2.3 Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru.
2.2.2.4 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
2.2.2.5 Kurang pengetahuan mengenai kondisi, aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan kurang informasi.
2.2.3 Intervensi, Rasionalisasi dan Evaluasi
2.2.3.1 Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan atau infeksi.
2.2.3.1.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet udara selama batuk, bersin, meludah, bicara, bicara, tertawa, menyanyi.
Rasional : Membantu pasien menyadari atau menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengaktifan berulang atau komplikasi.
2. Anjurkan pasien untuk batuk dan bersin dan mengeluarkan pada tisu dan hindari meludah.
Rasional: Perilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi.
3. Kaji tindakan kontrol sementara, contoh masker atau isolasi pemapasan.
Rasional: Dapat menurunkan rasa, terisolasi pasien dan membuang stigma sosial berhubungan dengan penyakit menular.
4. Awasi suhu sesuai indikasi.
Rasional : Reaksi demam indikator adanya infeksi lanjut.
5. Tekankan pentingnya untuk tidak menghentikan terapi obat.
Rasional : Kombinasi agen anti infeksi digunakan 2/1 obat primer tambah I obat sekunder.
2.2.3.1.2 Evaluasi :
1. Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah atau menurunkan resiko penyebaran infeksi.
2. Menunjukkan teknik atau melakukan perubahan pola hidup untuk meningkatkan Iingkungan yang aman.
2.2.3.2 Bersihkan jalan napas tak efektif berhubungan dengan sekret yang kental atau berlebihan.
2.2.3.2.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji fungsi pernapasan, bunyi napas, kecepatan, irama dan kedalaman dan penggunaan otot aksesori.
Rasional : Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan atelektasis.
2. Catat kemampuan untuk mengeluarkan dahak atau batuk efektif dan catat karakter, jumlah sputum, adanya hemoptisis.
Rasional : Pengeluaran sulit bila sekret kental, sputum berdarah kental atau cerah diakibatkan kerusakan (kavitasi) atau lulcaan bronchial.
3. Atur posisi semi atau fowler tinggi.
Rasional : Memaksimalkan ekspansi paru.
4. Ajarkan pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam.
Rasional : Ventilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan ke dalam jalan napas besar untuk dikeluarkan.
5. Bersihkan sekret dari mulut dan trakea, pengisapan sesuai keperluan
Rasional : Mencegah obstruksi atau aspirasi, pengisapan dapat diperlukan apabila pasien tidak mampu mengeluarkan sekret.
6. Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali kontra indikasi.
Rasional : Pemasukan tinggi cairan membantu untuk mengencerkan sekret dan mudah dikeluarkan.
7. Kolaborasi
Berikan obat-obatan sesuai indikasi.
2.2.3.2.2 Evaluasi
1. Mempertahankan jalan nafas pasien.
2. Mengeluarkan sekret tanpa bantuan.
3. Berpartisipasi dalam program pengobatan.
2.2.3.3 Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas, berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru.
2.2.3.3.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji dispnea, takipnea, tak normal atau menurunnya bunyi napas, peningkatan upaya pernapasan,terbatasnya ekspansi, dinding dada dan kelemahan.
Rasional: Tuberculosis paru menyebabkan efek luas pada paru dari bagian kecil bronco pneumonia sampai inflamasi difus, nekrosis, efusi pleural dan fibrosis luas.
2. Catat sianosis atau perubahan warna kulit, termasuk membran mukosa dan kuku.
Rasional : Akumulasi sekret atau pengaruh jalan napas dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan.
3. Tingkatkan tirah baring atau batasi aktivitas dan bantu aktivitas perawatan diri sesuai keperluan.
Rasional : Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan selama periode penurunan pernapasan dapat menurunkan beratnya gejala.
4. Kolaborasi dalam pemberian oksigen tambahan yang sesuai.
Rasional : Alat dalam memperbaiki hipoksemia yang dapat terjadi sekunder terhadap penurunan ventilasi atau permukaan alveolar paru.
2.2.3.3.2 Evaluasi
1. Menunjukkan tak adanya atau mcngalami penurunan dispnea.
2. Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigen jaringan adekuat.
3. Bebas dari gejala distress pernapasan.
2.2.3.4 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
2.2.3.4.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Catat status nutrisi pasien pada penerimaan, catat turgor kulit, berat badan dan derajat kekurangan berat badan.
Rasional : Berguna dalam mendefinisikan derajat atau luasnya masalah dan pilihan intervensi yang tepat.
2. Awasi masukan atau pengeluaran dan berat badan secara periodik.
Rasional : Berguna dalam mengatur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan.
3. Dorong dan berikan periode istirahat sering. Rasional : Membantu menghemat energi khususnya bila kebutuhan metabolik meningkat saat demam.
4. Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat.
Rasional : Memaksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan yang tidak perlu atau kebutuhan energi dari makan¬-makanan banyak dan menurunkan iritasi gaster.
5. Kolaborasi ke ahli diet untuk menentukan komposisi diet.
Rasional : Memberikan bantuan dalam perencanaan diet dengan nutrisi adekuat untuk kebutuhan metabolik dan diet.
2.2.3.4.2 Evaluasi
1. Menunjukkan berat badan meningkat.
2. Meningkatkan atau mempertahankan berat badan yang ideal.
2.2.3.5 Kurang pengetahuan mengenai kondisi aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan kurang informasi.
2.2.3.5.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji kemampuan pasien untuk belajar, contoh tingkat takut, masalah, kelemahan, tingkat partisipasi, lingkungan terbaik dimana pasien dapat belajar, seberapa banyak isi, media terbaik, siapa yang terlibat.
Rasional : Belajar tergantung pada emosi dan kesiapan fisik dan ditingkatkan pada tahapan individu.
2. Tekankan pentingnya mempertahankan protein tinggi dan diet karbohidrat dan pemasukan cairan adekuat.
Rasional : Memenuhi kebutuhan metabolik mernbantu meminimalkan kelemahan dan meningkatkan penyembuhan.
3. Berikan instruksi dan informasi tertulis khusus pada pasien untuk rujukan contoh jadwal obat.
Rasional : Informasi tertulis menurunkan hambatan pasien untuk mengingat sejumlah besar informasi.
4. Jelaskan dosis obat, frekuensi pemberian, kerja yang diharapkan, dan alasan pengobatan lama.
Rasional : Meningkatkan kerja lama dalam program pengobatan dan mencegah penghentian obat sesuai perbaikan kondisi pasien.
5. Dorong pasien dan orang terdekat untuk menyatakan takut. Jawab pertanyaan secara nyata.
Rasional : Memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan konsepsi atau peningkatan ansietas.
2.2.3.5.2 Evaluasi
1. Menyatakan pemahaman proses penyakit atau prognosis dan kebutuhan pengobatan.
2. Melakukan pola hidup sehat untuk memperbaiki kesehatan umum.
DAFTAR PUSTAKA
Alsagaff, Hood. 2005. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Airlangga University Press : Surabaya.
Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. EGC : Jakarta.
Crofton, John. 2002. Pedoman penanggulangan Tuberkulosis, Widya Medika : Jakarta.
Departeman Kesehatan. Republik Indonesia. 2002. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta.
Doenges, Marilyn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. EGC : Jakarta.
Medical Record RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tahun 2007.
Profil Kesehatan Kalimantan Tengah 2006.
Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Somantri, Irman. 2008. Keperawatan Medical Bedah; Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Salemba Medika : Jakarta
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar
1. Definisi
Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru (Smeltzer, 2001).
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis (Alsagaff, 2005 : 73).
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis (Somantri, 2008 : 59).
2. Etiologi
Tuberculosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini berbentuk batang mempunyai sifat tahan asam pada perwarnaan. Oleh karena itu, disebut sebagai basil tahan asam (Somantri, 2008 : 59).
3. Patofisiologi
Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung Mycobakterium tuberkulosis dapat menetap dalam udara bebas selama 1-2 jam. Orang dapat terifeksi kalau droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernapasan. Setelah Mycobacterium tuberkulosis masuk ke dalam saluran pernapasan, masuk ke alveoli, tempat dimana mereka berkumpul dan mulai memperbanyak diri. Basil juga secara sistemik melalui sistem limfe dan aliran darah ke bagian tubuh lainnya (ginjal, tulang, korteks serebri), dan area paru-paru lainnya (lobus atas).
Sistem imun tubuh berespons dengan melakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri; limfosit melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. lnfeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan.
Massa jaringan baru, yang disebut granulomas, yang merupakan gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati, dikelilingi oleh makrofag yang membentuk dinding protektif. Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian sentral dari massa fibrosa ini disebut tuberkel Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami kalsifikasi, membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan penyakit aktif.
Setelah pemajanan dan infeksi awal, individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau respons yang inadekuat dari respons sistem imun. Penyakit aktif dapat juga terjadi dengan infeksi ulang dan aktivasi bakteri dorman. Dalam kasus ini, tuberkel Ghon memecah, melepaskan bahan seperti keju ke dalam bronki. Bakteri kemudian menjadi tersebar di udara, mengakibatkan penyebaran penyakit lebih jauh. Tuberkel yang memecah menyembuh, membentuk jaringan parut. Paru yang terinfeksi menjadi lebih membengkak, mengakibatkan terjadinya bronkopneumonia lebih lanjut, pembentukan tuberkel dan selanjutnya.
Kecuali proses tersebut dapat dihentikan, penyebarannya dengan lambat mengarah ke bawah ke hilum paru-paru dan kemudian meluas ke lobus yang berdekatan. Proses mungkin berkepanjangan dan ditandai oleh remisi lama ketika penyakit dihentikan, hanya supaya diikuti dengan periode aktivitas yang diperbaharui. Hanya sekitar 10% individu yang awalnya terinfeksi mengalami penyakit aktif (Brunner dan Suddarth, 2002).
4. Manifestasi Klinis
Menurut Jhon Crofton (2002) gejala klinis yang timbul pada pasien Tuberculosis berdasarkan adanya keluhan penderita adalah :
a. Batuk lebih dari 3 minggu
Batuk adalah reflek paru untuk mengeluarkan sekret dan hasil proses destruksi paru. Mengingat Tuberculosis Paru adalah penyakit menahun, keluhan ini dirasakan dengan kecenderungan progresif walau agak lambat. Batuk pada Tuberculosis paru dapat kering pada permulaan penyakit, karena sekret masih sedikit, tapi kemudian menjadi produktif.
b. Dahak (sputum)
Dahak awalnya bersifat mukoid dan keluar dalam jumlah sedikit, kemudian berubah menjadi mukopurulen atau kuning, sampai purulen (kuning hijau) dan menjadi kental bila sudah terjadi pengejuan.
Batuk Darah
Batuk darah yang terdapat dalam sputum dapat berupa titik darah sampai berupa sejumlah besar darah yang keluar pada waktu batuk. Penyebabnya adalah akibat peradangan pada pembuluh darah paru dan bronchus sehingga pecahnya pembuluh darah.
2.1.4.4 Sesak Napas
Sesak napas berkaitan dengan penyakit yang luas di dalam paru. Merupakan proses lanjut akibat retraksi dan obstruksi saluran pernapasan.
2.1.4.5 Nyeri dada
Rasa nyeri dada pada waktu mengambil napas dimana terjadi gesekan pada dinding pleura dan paru. Rasa nyeri berkaitan dengan pleuritis dan tegangan otot pada saat batuk.
2.1.4.6 Wheezing
Wheezing terjadi karena penyempitan lumen bronkus yang disebabkan oleh sekret, peradangan jaringan granulasi dan ulserasi.
2.1.4.7 Demam dan Menggigil
Peningkatan suhu tubuh pada saat malam, terjadi sebagai suatu reaksi umum dari proses infeksi.
2.1.4.8 Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan merupakan manisfestasi toksemia yang timbul belakangan dan lebih sering dikeluhkan bila proses progresif.
2.1.4.9 Rasa lelah dan lemah
Gejala ini disebabkan oleh kurang tidur akibat batuk.
2.1.4.10 Berkeringat Banyak Terutama Malam Hari
Keringat malam bukanlah gejala yang patogenesis untuk penyakit Tuberculosis paru. Keringat malam umumnya baru timbul bila proses telah lanjut.
2.1.5 Komplikasi
Menurut Depkes RI (2002), merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita tuberculosis paru stadium lanjut yaitu :
2.1.5.1 Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran napas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau karena tersumbatnya jalan napas.
2.1.5.2 Atelektasis (paru mengembang kurang sempurna) atau kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial.
2 1.5.3 Bronkiektasis (pelebaran broncus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru.
2.1.5.4 Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, dan ginjal.
2.1.6 Pemeriksaan penunjang
2.1.6.1 Pemeriksaan Laboratorium
2.1.6.1.1 Kultur Sputum : Positif untuk Mycobacterium tuberculosis pada tahap aktif penyakit
2.1.6.1.2 Ziehl-Neelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca untuk usapan cairan darah) : Positif untuk basil asam-cepat.
2.1.6.1.3 Tes kulit (Mantoux, potongan Vollmer) : Reaksi positif (area indurasi 10 mm atau lebih besar, terjadi 48-72 jam setelah injeksi intradcrmal antigen) menunjukkan infeksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak secara berarti menunjukkan penyakit aktif. Reaksi bermakna pada pasien yang secara klinik sakit berani bahwa TB aktif tidak dapat diturunkan atau infeksi disebabkan oleh mikobakterium yang berbeda.
2.1.6.1.4 Histologi atau kultur jaringan (termasuk pembersihan gaster; urine dan cairan serebrospinal, biopsi kulit) : Positif untuk Mycobacterium tuberculosis.
2.1.6.1.5 Biopsi jarum pada jaringan paru : Positif untuk granuloma TB; adanya sel raksasa menunjukkan nekrosis.
2.1.6.1.6 Elektrolit : Dapat tak normal tergantung pada lokasi dan beratnya infeksi; contoh hiponatremia disebabkan oleh tak normalnya retensi air dapat ditemukan pada TB paru kronis luas.
2.1.6.1.7 Pemeriksaan fungsi paru : Penurunan kapasitas vital, peningkatan rasio udara residu dan kapasitas paru total, dan penurunan saturasi oksigen sekunder terhadap infiltrasi parenkim/fibrosis, kehilangan jaringan paru dan penyakit pleural (Tuberkulosis paru kronis luas).
2.1.6.2 Pemeriksaan Radiologis
2.1.6.2.1 Foto thorak : Dapat menunjukkan infiltrasi lesi awal pada area paru atas, simpanan kalsium lesi sembuh primer, atau effusi cairan. Perubahan menunjukkan lebih luas TB dapat termasuk rongga, area fibrosa.
2.1.7 Penatalaksanaan Medis (DepKes RI, 2002 : 37)
2.1.7.1 Jenis dan Dosis Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
2.1.7.1.1 Isoniazid (H)
Dikenal dengan INH, bersifat bakterisid, dapat membunuh 90 % populasi kuman dalam beberapa hari pertama pengobatan. Sangat efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif yaitu kuman yang sedang berkembang. Dosis harian 5 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan dosis 10 mg/kg berat badan.
2.1.7.1.2 Rifampisin (R)
Bersifat bakterisid, membunuh kuman semi dormant yang tidak dapat dibunuh oleh isoniasid. Dosis 10 mg/kg berat badan. Dosis sama untuk pengobatan harian maupun intermiten 3 kali seminggu.
2.1.7.1.3 Pirazinamid (Z)
Bersifat bakterisid, membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. Dosis harian 25 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan dosis 35 mg/kg berat badan.
2.1.7.1.4 Streptomisin (S)
Bersifat bakterisid, dosis 15 mg/kg berat badan, sedangkan untuk pengobatan intermiten 3 kali seminggu digunakan dosis yang sama.
2.1.7.1.5 Etambutol (E)
Bersifat menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik). Dosis harian 15 mg/kg berat badan, sedangkan untuk intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan 30 mg/kg berat badan.
2.1.7.2 Tahap Pengobatan
Pengobatan Tuberculosis diberikan dalam 2 tahap yaitu:
2.1.7.2.1 Tahap Intensif
Penderita mendapat obat setiap hari. Pengawasan berat/ketat untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap semua Obat Anti Tuberculosis (OAT).
2.1.7.2.2 Tahap Lanjutan
Penderita mendapat jenis obat lebih sedikit dalam jangka waktu yang lebih lama. Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persistem (dormant) sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.
2.1.7.3 Kategori Pemberian Obat Anti Tuberculosis
2.1.7.3.1 Kategori 1 (211RZE/4113R3)
Tahap intensif terdiri dari isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) dan Etambutol(E). Obat-obatan tersebut diberikan setiap hari selama 2 bulan (2 HRZE), kemudian teruskan dengan tahap lanjutan yang terdiri dari Isoniasid (H) dan Rifampisin (R), diberikan tiga kali dalam seminggu selama 4 bulan (4H3R3).
Obat ini diberikan untuk :
- Penderita baru TBC paru BTA positif
- Penderita TBC paru BTA negatif, rontgen positif.
- Penderita TBC ekstra paru berat.
2.1.7.3.2 Kategori 2 (2HRZES/HRZE/5H3RE3)
Tahap intensif diberikan selama 3 (tiga) bulan, yang terdiri dari 2 bulan dengan isoniasid (H), Rifampisn, Pirazinamid (Z), Etambutol (E) setiap hari. Setelah itu diteruskan dengan tahap lanjutan selama 5 bulan dengan Isoniasid (H),Rifampisin (R), Etambutol (E) yang diberikan 3 kali dalam seminggu.
Perlu diperhatikan bahwa suntikan streptomisin diberikan setelah penderita selesai menelan obat.
Obat ini diberikan untuk penderita kambuh, penderita gagal, penderita dengan pengobatan setelah lalai.
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Dosis Per Hari / Kali Jumlah hari/kali
menelan
obat
Tablet Insoniasid
@ 300 mg Kaplet Rifampisin
@, 450 mg Tablet Pirasinamid
@ 500 mg Tablet Etambutol
@ 250 mg
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan 1 1 3 3 60
Tahap lanjutan (dosis 3 x seminggu) 4 bulan 2 1 - - 54
Tabel 1 : Panduan OAT Kategori 1
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Etambutol
Streptomisin injeksi Jumlah
hari/kali menelan obat
Tablet
@ 250 mg Tablet
@500 mg
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan
1 bulan
1
1
3 3
3
3 3
_ 0.75 gr
- 60
30
Tahap lanjutan
(dosis 3 x seminggu) 5 bulan
2 1 - 1 2 - 66
Tabel 2 : Panduan OAT Kategori 2
Tabel 3 : Panduan OAT Kategori 3
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Jumlah
hari/ kali
menelan
obat
Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan
1
1
3
60
Tahap lanjutan (dosis 3 x seminggu) 4 bulan 2 1 - 54
Tabel 4 : Panduan OAT Sisipan
Tahap
Pengobatan Lamanya
Pengobatan Tablet
Insoniasid
@ 300 mg Kaplet
Rifampisin
@ 450 mg Tablet
Pirasinamid
@ 500 mg Tablet
etambutol
@ 250 mg Jumlah
hari/ kali
menelan
obat
Tahap intensif
(dosis harian) 2 bulan 1 1 3 3 30
2.1.7.3.3 Kategori 3 (2HRZ/4H3R3)
Tahap intensif terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) diberikan setiap hari selama 2 bulan (2HRZ) diteruskan dengan tahap lanjutan terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R) selama 4 bulan diberikan 3 kali seminggu (4H3R3).
Obat ini diberikan untuk :
- Penderita baru BTA negatif dan roentgen positif sakit ringan
- Penderita ekstra paru ringan, yaitu TBC kelenjar limfe (limfadenitis), pleuritis aksudativa unilateral, TBC kulit, TBC tulang (kecuali tulang belakang) sendi dan kelenjar adrenal.
2.1.7.3.4 OAT Sisipan (HRZE)
Bila pada akhir tahap intensif pengobatan penderita baru BTA positif dengan kategori 1 atau penderita BTA positif pengobatan ulang dengan kategori 2, hasil pemeriksaan dahak masih BTA positif, diberikan obat sisipan Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E) setiap hari selama 1 bulan.
2.2 Manajemen Keperawatan
2.2.1 Pengkajian
Pengkajian adalah pengumpulan data yang cermat tentang pasien, keluarga dan kelompok melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan (Carpenito, 1999:24)
Menurut Doengoes 1999, pada pengkajian pada pasien tuberculosis paru akan di temukan data-data sebagai berikut :
2.2.1.1 Aktivitas / istirahat
Gejala : Badan lemah, sesak nafas, Kesulitan tidur pada malam hari, demam dan menggigil, berkeringat pada malam hari.
Tanda : Takikardia, takipnea / dipsnea pada kerja kelelahan otot, nyeri dan sesak.
2.2.1.2 Integritas ego
Gejala : Adanya faktor stress, Masalah keuangan, Perasaan tak berdaya / tak ada harapan.
Tanda : Menyangkal, ansietas, ketakutan, dan mudah tersinggung.
2.2.1.3 Makanan / cairan
Tanda : Turgor kulit kering / kulit bersisik, dan kehilangan otot.
2.2.1.4 Nyeri / kenyaman
Gejala : Nyeri dada meningkat karena batuk berulang
Tanda : Berhati-hati pada area yang sakit.
Perilaku distraksi, gelisah
2.2.1.5 Pernapasan
Gejala : Batuk produktif atau tak produktif. Sesak nafas.
Tanda : Peningkatan frekuensi pernapasan (penyakit luas atau fobrosis parenkim paru dan pleura), Perkusi pekak dan penurunan fremitus (cairan pleural) atau penebalan pleural.
2.2.1.6 Keamanan
Gejala : Adanya kondisi penekanan imun, contoh AIDS, kanker. Tes HIV positif
Tanda : Demam rendah atau sakit panas akut.
2.2.1.7 Interaksi sosial
Gejala : Perasaan isolasi atau penolakan karena penyakit menular. Perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/ perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran.
2.2.1.8 Penyuluhan atau pembelajaran
Gejala : Riwayat keluarga tuberculosis. Status kesehatan buruk. Gagal untuk membaik atau kambuhnya tuberculosis. Tidak berpartisipasi dalam terapi.
Rencana
Pemulangan : Memerlukan bantuan dengan / gangguan dalam terapi obat, dan bantuan perawatan diri, serta pemeliharaan atau perawatan rumah.
2.2.2 Diagnosa keperawatan
Diagnosa yang dapat muncul menurut (Doenges, 1999) :
2.2.2.1 Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan atau infeksi.
2.2.2.2 Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekret yang kental atau berlebih.
2.2.2.3 Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru.
2.2.2.4 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
2.2.2.5 Kurang pengetahuan mengenai kondisi, aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan kurang informasi.
2.2.3 Intervensi, Rasionalisasi dan Evaluasi
2.2.3.1 Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan atau infeksi.
2.2.3.1.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet udara selama batuk, bersin, meludah, bicara, bicara, tertawa, menyanyi.
Rasional : Membantu pasien menyadari atau menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengaktifan berulang atau komplikasi.
2. Anjurkan pasien untuk batuk dan bersin dan mengeluarkan pada tisu dan hindari meludah.
Rasional: Perilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi.
3. Kaji tindakan kontrol sementara, contoh masker atau isolasi pemapasan.
Rasional: Dapat menurunkan rasa, terisolasi pasien dan membuang stigma sosial berhubungan dengan penyakit menular.
4. Awasi suhu sesuai indikasi.
Rasional : Reaksi demam indikator adanya infeksi lanjut.
5. Tekankan pentingnya untuk tidak menghentikan terapi obat.
Rasional : Kombinasi agen anti infeksi digunakan 2/1 obat primer tambah I obat sekunder.
2.2.3.1.2 Evaluasi :
1. Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah atau menurunkan resiko penyebaran infeksi.
2. Menunjukkan teknik atau melakukan perubahan pola hidup untuk meningkatkan Iingkungan yang aman.
2.2.3.2 Bersihkan jalan napas tak efektif berhubungan dengan sekret yang kental atau berlebihan.
2.2.3.2.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji fungsi pernapasan, bunyi napas, kecepatan, irama dan kedalaman dan penggunaan otot aksesori.
Rasional : Penurunan bunyi napas dapat menunjukkan atelektasis.
2. Catat kemampuan untuk mengeluarkan dahak atau batuk efektif dan catat karakter, jumlah sputum, adanya hemoptisis.
Rasional : Pengeluaran sulit bila sekret kental, sputum berdarah kental atau cerah diakibatkan kerusakan (kavitasi) atau lulcaan bronchial.
3. Atur posisi semi atau fowler tinggi.
Rasional : Memaksimalkan ekspansi paru.
4. Ajarkan pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam.
Rasional : Ventilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan ke dalam jalan napas besar untuk dikeluarkan.
5. Bersihkan sekret dari mulut dan trakea, pengisapan sesuai keperluan
Rasional : Mencegah obstruksi atau aspirasi, pengisapan dapat diperlukan apabila pasien tidak mampu mengeluarkan sekret.
6. Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali kontra indikasi.
Rasional : Pemasukan tinggi cairan membantu untuk mengencerkan sekret dan mudah dikeluarkan.
7. Kolaborasi
Berikan obat-obatan sesuai indikasi.
2.2.3.2.2 Evaluasi
1. Mempertahankan jalan nafas pasien.
2. Mengeluarkan sekret tanpa bantuan.
3. Berpartisipasi dalam program pengobatan.
2.2.3.3 Resiko tinggi terhadap kerusakan pertukaran gas, berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru.
2.2.3.3.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji dispnea, takipnea, tak normal atau menurunnya bunyi napas, peningkatan upaya pernapasan,terbatasnya ekspansi, dinding dada dan kelemahan.
Rasional: Tuberculosis paru menyebabkan efek luas pada paru dari bagian kecil bronco pneumonia sampai inflamasi difus, nekrosis, efusi pleural dan fibrosis luas.
2. Catat sianosis atau perubahan warna kulit, termasuk membran mukosa dan kuku.
Rasional : Akumulasi sekret atau pengaruh jalan napas dapat mengganggu oksigenasi organ vital dan jaringan.
3. Tingkatkan tirah baring atau batasi aktivitas dan bantu aktivitas perawatan diri sesuai keperluan.
Rasional : Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan selama periode penurunan pernapasan dapat menurunkan beratnya gejala.
4. Kolaborasi dalam pemberian oksigen tambahan yang sesuai.
Rasional : Alat dalam memperbaiki hipoksemia yang dapat terjadi sekunder terhadap penurunan ventilasi atau permukaan alveolar paru.
2.2.3.3.2 Evaluasi
1. Menunjukkan tak adanya atau mcngalami penurunan dispnea.
2. Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigen jaringan adekuat.
3. Bebas dari gejala distress pernapasan.
2.2.3.4 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
2.2.3.4.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Catat status nutrisi pasien pada penerimaan, catat turgor kulit, berat badan dan derajat kekurangan berat badan.
Rasional : Berguna dalam mendefinisikan derajat atau luasnya masalah dan pilihan intervensi yang tepat.
2. Awasi masukan atau pengeluaran dan berat badan secara periodik.
Rasional : Berguna dalam mengatur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan.
3. Dorong dan berikan periode istirahat sering. Rasional : Membantu menghemat energi khususnya bila kebutuhan metabolik meningkat saat demam.
4. Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat.
Rasional : Memaksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan yang tidak perlu atau kebutuhan energi dari makan¬-makanan banyak dan menurunkan iritasi gaster.
5. Kolaborasi ke ahli diet untuk menentukan komposisi diet.
Rasional : Memberikan bantuan dalam perencanaan diet dengan nutrisi adekuat untuk kebutuhan metabolik dan diet.
2.2.3.4.2 Evaluasi
1. Menunjukkan berat badan meningkat.
2. Meningkatkan atau mempertahankan berat badan yang ideal.
2.2.3.5 Kurang pengetahuan mengenai kondisi aturan tindakan dan pencegahan berhubungan dengan kurang informasi.
2.2.3.5.1 Intervensi dan rasionalisasi
1. Kaji kemampuan pasien untuk belajar, contoh tingkat takut, masalah, kelemahan, tingkat partisipasi, lingkungan terbaik dimana pasien dapat belajar, seberapa banyak isi, media terbaik, siapa yang terlibat.
Rasional : Belajar tergantung pada emosi dan kesiapan fisik dan ditingkatkan pada tahapan individu.
2. Tekankan pentingnya mempertahankan protein tinggi dan diet karbohidrat dan pemasukan cairan adekuat.
Rasional : Memenuhi kebutuhan metabolik mernbantu meminimalkan kelemahan dan meningkatkan penyembuhan.
3. Berikan instruksi dan informasi tertulis khusus pada pasien untuk rujukan contoh jadwal obat.
Rasional : Informasi tertulis menurunkan hambatan pasien untuk mengingat sejumlah besar informasi.
4. Jelaskan dosis obat, frekuensi pemberian, kerja yang diharapkan, dan alasan pengobatan lama.
Rasional : Meningkatkan kerja lama dalam program pengobatan dan mencegah penghentian obat sesuai perbaikan kondisi pasien.
5. Dorong pasien dan orang terdekat untuk menyatakan takut. Jawab pertanyaan secara nyata.
Rasional : Memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan konsepsi atau peningkatan ansietas.
2.2.3.5.2 Evaluasi
1. Menyatakan pemahaman proses penyakit atau prognosis dan kebutuhan pengobatan.
2. Melakukan pola hidup sehat untuk memperbaiki kesehatan umum.
DAFTAR PUSTAKA
Alsagaff, Hood. 2005. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Airlangga University Press : Surabaya.
Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. EGC : Jakarta.
Crofton, John. 2002. Pedoman penanggulangan Tuberkulosis, Widya Medika : Jakarta.
Departeman Kesehatan. Republik Indonesia. 2002. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta.
Doenges, Marilyn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. EGC : Jakarta.
Medical Record RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tahun 2007.
Profil Kesehatan Kalimantan Tengah 2006.
Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth, Edisi 8. EGC : Jakarta.
Somantri, Irman. 2008. Keperawatan Medical Bedah; Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Salemba Medika : Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)